Wednesday, April 21, 2010

detik berlalu



detik waktu yang berlalu
buat degup jantung bergetar laju
tiap pacaindera menjadi kaku
yang terlintas cuma bayangan mu
mengheret perasaan menjadi pilu
memaksa hati menjadi sayu
memberontak diri di sudut kalbu

kenangan diwaktu itu
yang manisnya adalah hempedu
yang pahitnya adalah madu
yang sendu itu aku
yang tertawa itu kamu

dalam diri merenung detik berlalu
apakah harus terus menunggu
menanti harapan yang palsu
tinggal aku menjadi sang perindu

22 comments:

  1. kenangan buat kita lebih matang.
    kenangan adalah segalanya.

    ReplyDelete
  2. Salam mamai...

    merindu tak pe tak de salahnya....jangan mengeluh sudah...

    ReplyDelete
  3. phewwwww ~
    terbaikk arrr ...

    "atau akukah juga sebenarnya dirindu"

    wakakakkaka

    >>____<<


    ((perasan baik tuk mental)) keh3x

    ReplyDelete
  4. kenangan itu pengalaman yang bagaikan berlian

    ReplyDelete
  5. yang manisnya adalah hempedu
    yang pahitnya adalah madu...

    ...madu memang pahit !!

    ReplyDelete
  6. hempedu itu manis bagimu?alangkah beruntungnya kan pak cik sape yg dpt hempedu yg manis

    ReplyDelete
  7. u will never find time for anything. if u want time you must make it.
    (^_^)

    ReplyDelete
  8. detik yg berlalu adalah sesuatu yang jauh utk dikejar...

    ReplyDelete
  9. apakah harus terus menunggu
    menanti harapan yang palsu

    mcm tau2 je pakcik ni
    huhu

    ReplyDelete
  10. salam...


    ku sering menjadi perindu..

    ReplyDelete
  11. rindu2 aku sayang merindu
    rindu tu indah tapi seksa

    ReplyDelete
  12. tp detik begitu pantas berlalu..

    ReplyDelete
  13. salam....

    hargailah detik yg berlalu...

    ianya tak akan kembali lagi.

    ReplyDelete
  14. jika ingin tau apa dia baca saja majalah detik indon atau times

    ReplyDelete
  15. mmm, wujud ke ?
    hahahhahaah

    mndalam ni uncle ;)

    ReplyDelete
  16. mmm, wujud ke?
    hahhahah

    ReplyDelete
  17. BUAT APA MENANTI ... KUMBANG BUKAN SEKUNTUM, BUNGA BUKAN SEEKOR !

    ReplyDelete