redup menyuluh malam hari
sejuk dan mendamaikan hati
segalanya yang indah pada mu rambulan
kala janji cinta dipateri bersaksi rambulan
kala rindu punggok merenung rambulan
kala resah ku tuju pada mu rambulan
kala mimpi mengharap rambulan jatuh ke riba
pada mu bulan ku adu segala tawa dan hiba

duhai mentari sinar mu menerangi semesta
cahaya mu perit pedih membakar kulit
kala kau menyinar ku harap malam menjelma
lalu punjangga bersyair wahai mentari
redupkan sinar mu selembut rambulan
namun kau mentari tak pernah peduli
kerana kau tahu sinarmu membawa rezeki
sinarmu memberi cahaya agar rambulan berseri
pungguk sekarang main bulan lagi ker?
ReplyDeleteSalam pujangga.....
ReplyDeleteBulan dan matahari ibarat lagu dan irama...
Saling memerlukan :)))
best :)
ReplyDeleteMamai, kau memang pandai berpuisi.
ReplyDeleteAku terpaku membaca karyamu di sini.
Bahasamu indah sungguh berseni.
Aku tertanya2, kau amek jurusan sastera atau ekonomi...
Hehehe...
panas dan hujan punya sebab tersendiri meraka hadir di alam ini..
ReplyDeletekedua mempunyai manfaat tersendiri
tgok x gerhana bulan ari tuh?...erkk..ke gerhana matahari?
ReplyDeletesy suka bintang
ReplyDeletesalam bro..
ReplyDeletementari dan bulan saling memerlukan antara satu sama lain..
dan
kita perlukan bulan
kita perlukan mentari
ada pro
ada kontra
bayangkan satu hari takde salah satu antara 2 sumber itu,mesti tak normal kan?
huhu... nur dah mula merepek kat blog bro mamai..
bias:
ReplyDeletepungguk dah pupus sekarang nie hehehehe
Fia Batrisya:
atau bulan memerlukan matahari...
azzaliena:
terima kasih sudi baca
sulela:
terima kasih kawan aku mabil dua-dua sekali
@tune:
yang mana paling kita perluka dan yang mana selalu kit aharapkan
intan:
gerhana matahari separuh tapi tak dapat nak tengok jerebu
sha:
bintang ada banyak yang mana satu kau suka
Nur:
cikgu dalam merepek ada ilmu gitu...bila ada pro dan kontra disitu ada titik keseimbangan
awan...adakala kau melindungi bulan dan matahari...huhhuhuu
ReplyDeletewahai menteri bsinar jugalah ko
ReplyDeletesprt mentari
pehz...madah pujangga,rembulan menerangi malam,dan malam menanti siang..dan siang di sinari cahaye...
ReplyDeletewah...lu dah semakin berpujangga skrg...
ReplyDeleteabgbro:
ReplyDeleteawan itu memberi eseimbangan...
ab.geldofg:
menteri bersinar tapi tak berseri
triple X Malaya:
sungguh benar kata pujanga
Walau awan lindungi mentari dan bulan. Tetap kita nikmati cahayanya. Tika siang dan malam. Betapa indahnya ciptaan Allah tu.
ReplyDeleteakupentoi:
ReplyDeletegua ikut lu sama hehehehe jiwang sekejap
grunge:
ciptaan yang tiada tandingan waalu sejauh mana kita cari.
salam...bro.
ReplyDeletepuisi yg best....:)) saya kagum denagn bro..:)
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeletepuisi itewww indahh.. ahaks
ReplyDeletebulan dan mentari,
ReplyDeletedua-dua penambah seri..
mentari kawannya awan
bulan kawannya bintang
anak laut:
ReplyDeleteterimakasih puisi kamu juga best
en.me:
terima kasih datang melawat
adibah:
aku kawan kau boleh
boleh jer.. no hal
ReplyDelete