Saturday, July 25, 2009

bulan dan mentari

bulan cahaya mu berseri
redup menyuluh malam hari
sejuk dan mendamaikan hati
segalanya yang indah pada mu rambulan
kala janji cinta dipateri bersaksi rambulan
kala rindu punggok merenung rambulan
kala resah ku tuju pada mu rambulan
kala mimpi mengharap rambulan jatuh ke riba
pada mu bulan ku adu segala tawa dan hiba



duhai mentari sinar mu menerangi semesta
cahaya mu perit pedih membakar kulit
kala kau menyinar ku harap malam menjelma
lalu punjangga bersyair wahai mentari
redupkan sinar mu selembut rambulan
namun kau mentari tak pernah peduli
kerana kau tahu sinarmu membawa rezeki
sinarmu memberi cahaya agar rambulan berseri

22 comments:

  1. pungguk sekarang main bulan lagi ker?

    ReplyDelete
  2. Salam pujangga.....

    Bulan dan matahari ibarat lagu dan irama...

    Saling memerlukan :)))

    ReplyDelete
  3. Mamai, kau memang pandai berpuisi.
    Aku terpaku membaca karyamu di sini.
    Bahasamu indah sungguh berseni.
    Aku tertanya2, kau amek jurusan sastera atau ekonomi...

    Hehehe...

    ReplyDelete
  4. panas dan hujan punya sebab tersendiri meraka hadir di alam ini..

    kedua mempunyai manfaat tersendiri

    ReplyDelete
  5. tgok x gerhana bulan ari tuh?...erkk..ke gerhana matahari?

    ReplyDelete
  6. salam bro..
    mentari dan bulan saling memerlukan antara satu sama lain..
    dan
    kita perlukan bulan
    kita perlukan mentari
    ada pro
    ada kontra

    bayangkan satu hari takde salah satu antara 2 sumber itu,mesti tak normal kan?
    huhu... nur dah mula merepek kat blog bro mamai..

    ReplyDelete
  7. bias:
    pungguk dah pupus sekarang nie hehehehe

    Fia Batrisya:
    atau bulan memerlukan matahari...

    azzaliena:
    terima kasih sudi baca

    sulela:
    terima kasih kawan aku mabil dua-dua sekali

    @tune:
    yang mana paling kita perluka dan yang mana selalu kit aharapkan

    intan:
    gerhana matahari separuh tapi tak dapat nak tengok jerebu

    sha:
    bintang ada banyak yang mana satu kau suka

    Nur:
    cikgu dalam merepek ada ilmu gitu...bila ada pro dan kontra disitu ada titik keseimbangan

    ReplyDelete
  8. awan...adakala kau melindungi bulan dan matahari...huhhuhuu

    ReplyDelete
  9. wahai menteri bsinar jugalah ko
    sprt mentari

    ReplyDelete
  10. pehz...madah pujangga,rembulan menerangi malam,dan malam menanti siang..dan siang di sinari cahaye...

    ReplyDelete
  11. wah...lu dah semakin berpujangga skrg...

    ReplyDelete
  12. abgbro:
    awan itu memberi eseimbangan...

    ab.geldofg:
    menteri bersinar tapi tak berseri

    triple X Malaya:
    sungguh benar kata pujanga

    ReplyDelete
  13. Walau awan lindungi mentari dan bulan. Tetap kita nikmati cahayanya. Tika siang dan malam. Betapa indahnya ciptaan Allah tu.

    ReplyDelete
  14. akupentoi:
    gua ikut lu sama hehehehe jiwang sekejap

    grunge:
    ciptaan yang tiada tandingan waalu sejauh mana kita cari.

    ReplyDelete
  15. salam...bro.

    puisi yg best....:)) saya kagum denagn bro..:)

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  17. bulan dan mentari,
    dua-dua penambah seri..

    mentari kawannya awan
    bulan kawannya bintang

    ReplyDelete
  18. anak laut:
    terimakasih puisi kamu juga best

    en.me:
    terima kasih datang melawat

    adibah:
    aku kawan kau boleh

    ReplyDelete